Jenis Material, Proses Produksi Dan Kegagalan Pada Baut Hot Dip Galvanized

Jual Baut 8.8 hot dip galvanized

Baut hot dip galvanized adalah salah satu unsur atau elemen penting dalam diperhatikan dalam konstruksi baja. Untuk jangka panjang SAISC merekomendasikan bahwa Baut 4.8 dan Mur grade 4 dimana hanya akan digunakan untuk penerapan-penerapan kecil (misalnya sambungan-sambungan purlin dan susuran anak tangga). Dikarenakan lingkup pasar mur-mur kelas 8 kami yang relatif kecil sehingga Mur grade 8 diproduksi untuk penggunaan Baut grade 4.8 sekaligus 8.8, Untuk alasan tersebut dan untuk menjamin bahwa erektor-erektor baja yang tidak menggunakan baut-baut kelas 4.8 untuk penyambungan baja karena Baut 8.8 sebenarnya yang dibutuhkan tersebut, kami merekomedasikan bahwa diameter maksimum baut-baut 4.8 harus dibatasi sampai 16mm. Selanjutnya kami merekomendasikan Jenis Material Baut Galvanis untuk semua sambungan struktur baringan atau shear untuk menggunakan Baut Mur 8.8 diameter 20mm atau lebih besar digunakan. Kesemua Baut diatas dibuat di Afrika Selatan untuk standard dan spesifikasi DIN atau ISO tertentu (yang sesungguhnya hanya sedikit berbeda sebatas dimensi-dimensi permukaan Baut, ketebalan kepala-kepala baut dan mur-mur dan panjang uliran baut). Semua Kelas Kelas Baut dan mur tersebut dapat diproses Hot-Dip Galvanis dengan baik dengan sangat sedikit masalah, jika ada. Perbedaan kecil dimensi-dimensi (diantara spesifikasi ISO dan DIN) tidak berpengaruh terhadap kekuatan struktur baut karena para desainer produk sangat memperhatikan hal tersebut.

Baut hot dip galvanized : Kenali Jenis Materialnya

Ketika sampai pada sambungan-sambungan dimuat secara dinamis, rekomendasi kami untuk jenis material Baut yang akan diproses galvanizing  adalah memakai Baut 10.9 dan mur kelas 10. Baut grade 10.9 yang sangat mudah tersedia adalah yang dibuat untuk penerapan-penerapan HSFG (10.9S). Kami merekomendasikan baut-baut finishing hot dip galvanized tersebut tidak hanya digunakan untuk sambungan-sambungan pegangan gesekan tetapi juga untuk diterapkan jika baut pra tegangan mungkin dibutuhkan seperti fluktuasi struktur-struktur muatan dinamis dan penerapan-penerapan lainnya. Dari sudut pandang pabrikan, tersedia baja yang tidak bekerja yang mempunyai properti-properti mekanik yang dibutuhkan untuk Baut dan Mur Kelas 10.9. Proses akan dilakukan berdasarkan penggunaan kawat dengan komposisi kimia yang cocok (sering disebut baja Boron) yang dapat dilakukan proses pemanasan sampai mencapai kekerasan dan kekuatan utama yang dibutuhkan guna memenuhi ketentuan-ketentuan kelas 10.9 (sebagaimana ditentukan didalam ISO 989, bagian 1 dan bagian 2 yang terakhir diulas pada tahun 2009). Merupakan pengetahuan umum bahwa ketika sampai ke perlakuan panas dan proses Hot-Dip Galvanis, material kelas 10.9, sangat penting untuk mentaati rekomendasi-rekomendasi praktek baik seperti tidak melakukan proses pengasaman material kelas 10.9 di dalam suatu cairan asam untuk menghilangkan karat sebelum proses Galvanis. Telah dibuktikan bahwa pengasaman ( pickling ) yang berlebihan dapat mengakibatkan perapuhan hidrogen. Dengan demikian direkomendasikan untuk mencuci dengan bersih baut-baut sebelum dicelupkan pada seng. Perkembangan-perkembangan Eropa baru-baru ini mengijinkan pencelupan asam dengan penghantar hidrogen yang cocok (di SA, teknologi ini belum dikembangkan secara penuh). Dua tipe kegagalan terkadang terjadi. Istilah luas perapuhan hidrogen dan juga hidrogen yang menyebabkan penundaan keretakan korosi tekanan (temuan program penelitian yang terus-menerus) sering disebutkan menjadi sebab kegagalan-kegagalan dari baut galvanis .

Kegagalan – kegagalan pada baut hot dip galvanized

Harga Baut Mur grade 8.8 Hotdip Galvanized. Kegagalan-kegagalan tersebut berkaitan dengan kekerasan yang tidak benar (begitu rapuh atau begitu lembut) juga terjadi. Versi mutakhir spesifikasi ISO 898-1 dengan sangat jelas menentukan rangkaian kekerasan guna menjamin bahwa masalah tersebut tidak terjadi. Rekomendasi selanjutnya ( bukan di dalam ketentuan) adalah bahwa kekuatan utama tegangan haruslah dalam rentang 1040 sampai 1170 MPa (dan sekiranya tidak melebihi angka tersebut). Hal tersebut harus diperhatikan bahwa ada hubungan dekat antara kekerasan dan kekuatan utama ketegangan maka dengan demikian instruksi selanjutnya tidak perlu menjadi nilai perhatian bagi sebuah pabrikan Baut. Kegagalan-kegagalan tersebut jarang terjadi dan tidak begitu serius dimana sepanjang pengetahuan dapat diterapkan sebelum penyelesaian proyek dan tidak mengakibatkan kegagalan. Hampir semua sebab kegagalan biasanya disebabkan oleh perlakuan panas dan proses Galvanis dan kegagalan mentaati praktek yang baik sangat sering dapat ditelusuri kembali terhadap permintaan mendesak oleh kontraktor (pekerjaan baja) kepada Pemasok Baut favoritnya untuk memberikan pengiriman khusus terhadapnya dengan melakukan pengiriman baut galvanis pada keesokan paginya. Ini mengakibatkan percepatan proses dimana akan gagal mentaati rekomendasi-rekomendasi praktek yang baik yang berakhir dengan kegagalan-kegagalan pada kualitas Baut. Pada umumnya orang dapat mengatakan bahwa sebagai akibat pertanggung jawaban terpisah antara Pabrikan Baut, Pemberi Jasa Pemanasan ( Heat Treating ) dan Pemberi Jasa Galvanis, tidak satu pun pihak mengambil pertanggung jawaban penuh terhadap kualitas produk yang diberikan.

Please follow & like us :
Post Tagged with
Comments are closed.